• Alamat Redaksi
    & Tata Usaha :

    Jl. Tanah Abang Timur No. 3 Jakarta Pusat
    Telp. 081 380 002 462 - 081 330 194 299
    E-mail :
    metrobhayangkara@gmail.com
    Website : www.metrobhayangkara.co.cc

  • Fans


  • POLRI

  • POLRI

  • POLDA

  • PUSKOMINFO BID HUMAS POLDA

  • Jakarta Pusat

  • Jakarta Selatan

  • DKI Jakarta

  • Jakarta Pusat

  • POLDA

  • POLDA

  • POLDA

  • POLDA

  • Advertisements

“ Di duga dana ADD tahunan untuk kepentingan pribadi.”

KEPALA DESA KAMBENGAN, CEMPOKO LIMO

KECAMATAN PACET, MOJOKERTO – JATIM

“ BELUM PANTAS JADI PEMIMPIN “

 

“ Di duga dana ADD tahunan untuk kepentingan pribadi.”

 

Mojokerto, Mb

Masalah penyelewengan wewenang yang mengarah pada tindak pidana korupsi masih sulit di berantas di negeri ini dari kasus yang besar sampai kasus – kasus kecil selalu terjadi. Seperti kasus penyelewengan dana ADD yang dilanjutkan Kepala Desa Kambengan, Cempoko limo – Kecamatan Pacet – Mojokerto baru – baru ini.

Dana ADD yang seharusnya dicairkan untuk bantuan Anggaran Dana Daerah untuk pembangunan Desa, konon menurut data dari sumber yang dapat dipercaya membenarkan adanya penyelewengan bahkan penggelapan dana tersebut.

Sementara dana ADD yang pernah diterima oleh oknum Kepala Desa itu secara rutin bertahap dari yang nilai 60 juta, 50 juta, 64 juta dan 32 juta cair secara bertahap itu tidak pernah dilaporkan kepada BPD, dan secara tidak transparan menurut pelaporan Keuangan Desa.

Kasus ini pernah di angkat ke Polsek setempat, namun setelah pihak Kepolisian memeriksa kasus tersebut ternyata belum ada tindak lanjut sesuai dengan system hukum sebagaimana mestinya. Mungkin disebabkan kurang lengkapnya data sebagai alat bukti, atau memang dengan sengaja dibiarkan begitu saja tanpa ada kelanjutan.

Hal ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat setempat, BPD dan pihak- pihak lain yang terkait. Mendapatkan sorotan dari banyak pihak terutama warga desa kambengan, Cempoko Limo, secara jujur Kepala Desa telah mengakui kekeliruannya bahkan Kades telah membuat pernyataan bahwa dana yang terpakai itu akan dikembalikan, tapi pada pelaksanaannya hanya sebagian kecil saja.

Dalam surat pernyataan yang di buat kades, tertanggal 3 Desember 2010 , ia sanggup mengganti atau mengembalikan dana itu, bahkan sesuai keinginan masyarakat apabila tidak mampu mengembalikan Kades siap untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Tetapi sampai kini Kades masih tampak aktif dan seolah – olah tidak terjadi apa – apa, seperti tidak ada masalah.

Sementara surat pernyataan yang di buatnya sendiri, ia menyanggupi pengembalian dana yang terpakai itu sampai dengan batas waktu yang ditentukan yaitu tanggal 5 Januari 2011.

Pernah Kades melakukan panggilan kepada pihak – pihak yang menyoroti kasus ini, tapi oleh karena panggilan tersebut mengenai ajakan rapat yang harus dilaksanakan jam 12 malam, maka rapat intern itu tidak terlaksana. Konon katanya hanya dihadiri beberapa orang saja.

Ketua BPD maupun unsure lainnya tidak hadir karena rapat dilaksanakan di luar waktu jam kerja.

Dalam permasalahan ini, pihak BPD mengatakan bahwa rencana scenario yang dirancang Kades cenderung mengadakan suatu jebakan atau rapat musyawarah kekeluargaan, yang jelas belum tau maksudnya, demikian tutur ketua BPD yang tidak turut hadir di dalam rapat malam itu.

Mungkin ketidak hadiran ketua BPD disebabkan Kades tersebut juga melakukan kecerobohan dengan memalsu tanda tangan dan stempel ketua BPD untuk kepentingan penggantian SDM Bidan Desa Cempoko Limo.

Dengan kejadian itu, yang paling berat adalah mengenai pemalsuan tanda – tanda Ketua BPD sekaligus Stempel BPD. Ini mencerminkan bahwa Oknum Lurah atau Kepala Desa Cempokolimo belum layak dan belum pantas menjadi pemimpin warga.

Tidak saja secara moralitas akan mencoreng dirinya sendiri, bahkan menurunkan kredibilitas aparatur Negara di daerah, dengan mempercayakan Kades yang bermental kerdil tersebut.

Sampai kini masyarakat berserta unsur-unsur lain yang merasa bahwa hal itu tidak patut dilakukan oleh oknum Kades di Desanya, mengharapkan dana itu segera di kembalikan atau Kades berhenti dari jabatannya.

Bahkan, dengan ketersinggungan Ketua BPD yang dipalsu tanda-tangannya, beliau akan terus menindak-lanjuti masalah pemalsuan tanda-tangan tersebut. Karena katanya itu akan mengangkat kasus pemalsuan itu sampai kerumah hokum, ini demi martabat dan harga dirinya, katanya yang merasa di injak-injak oleh Kepala Desa Kambengan Cempoko Limo yang kurang becus menjadi Pimpinan.

Opini dari semua lapisan masyarakat, tentang kasus tersebut diatas sebaiknya Oknum Kepala Desa Cempoko Limo itu di berhentikan saja secara tidak hormat, karena menyangkut moral dan mental bangsa. Yang seharusnya sebagai pimpinan  berlaku arif bijaksana, namun yang terjadi kenyataannya kebalikan dari itu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: