• Alamat Redaksi
    & Tata Usaha :

    Jl. Tanah Abang Timur No. 3 Jakarta Pusat
    Telp. 081 380 002 462 - 081 330 194 299
    E-mail :
    metrobhayangkara@gmail.com
    Website : www.metrobhayangkara.co.cc

  • Fans


  • POLRI

  • POLRI

  • POLDA

  • PUSKOMINFO BID HUMAS POLDA

  • Jakarta Pusat

  • Jakarta Selatan

  • DKI Jakarta

  • Jakarta Pusat

  • POLDA

  • POLDA

  • POLDA

  • POLDA

  • Advertisements

Artikel

“BERAKHIR-KAH AKSI TERORIS DI INDONESIA PASCA TEWASNYA GEMBONG TERORIS NOORDIN M. TOP”


(Oleh : Erna Normawati Widodo Putri, SH, MH)

 

Masihkah segar ingatan kita walau tidak berganti tahun cuplikan laporan langsung dari stasiun televisi pada tanggal 8 dan 9 Agustus 2009.  “Pemirsa …… tiga orang anggota Densus 88/anti teror mengendap-endap mendekati rumah yang 90% diduga di dalamnya ada “Noordin M Top” buronan gembong teroris yang paling dicari di negeri ini. Dan pemirsa…….., mereka melepaskan tembakan ……..Oooh pemirsa ada tembakan balasan dari dalam…….Pemirsa. Oleh Densus 88/anti teror diduga bahwa Noordin M Top mengenakan rompi bom yang siap meledak setiap saat……..mereka juga sudah memasangi bom di setiap sudut rumah yang siap diledakkan begitu Densus 88/anti teror memasuki rumah……..Dan pemirsa…… detik-detik yang sangat mendebarkan dan menegangkan…….Berhasilkah Densus 88/anti teror membekuk gembong teroris paling wahid Noordin M Top? Yach pemirsa dari sumber kepolisian yang tidak mau menyebut namanya, menyebutkan bahwa gembong teroris Noordin M. Top bersembunyi di kamar mandi dan ketika terjadi baku tembak dengan anggota Densus 88/anti teror dari dalam kamar mandi menyebutkan saya Noordin M. Top…….Ooh pemirsa kita tunggu bersama-sama kelanjutannya dari peristiwa yang sangat mendebarkan dan menegangkan ini yang kita telah saksikan dan ikuti bersama-sama di stasiun televisi sejak kemarin sore dari perburuan gembong teroris Noordin M. Top yang diduga bersembunyi di rumah ini dan terjadinya baku tembak sejak sore hari antara Densus 88/anti teror dengan gembong teroris Noordin M. Top……..”

Cuplikan laporan langsung di atas bukanlah komentar dari pertandingan sepak bola Word Cup 2009, melainkan laporan langsung PENGGEREBEKAN TERORIS di Temanggung – Jawa Tengah pada bulan Agustus 2009 lalu. Reporter sebuah stasiun televisi menyiarkan langsung pengepungan aparat kepolisian dan Densus 88/anti teror terhadap sebuah rumah yang diduga dihuni oleh gembong teroris negeri ini Noordin M. Top. Sebagaimana diketahui bersama bahwa nama Noordin M. Top mulai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat di dunia internasional dan meroket namanya sejak terjadinya Peristiwa Pengeboman dan Bom Bunuh Diri tangal 12 Oktober 2002 di Kuta – Bali tepatnya yang terjadi di depan “Paddy’s Pub” dan “Sari Club” yang terkenal dengan sebutan peristiwa “BOM BALI I” yang dengan terjadinya peristiwa yang mengerikan tersebut tidak hanya mengejutkan bagi masyarakat Indonesia tetapi juga mengejutkan masyarakat di dunia internasional karena akibat aksi teroris pada peristiwa Bom Bali I telah menewaskan lebih dari 200(dua ratus) orang dan sebagian terbesar dari korban yang tewas adalah warga negara Australia, demikian juga telah menimbulkan korban yang luka-luka yang jumlahnya tidak dapat dihitung lagi, demikian juga korban yang hilang dari laporan anggota keluarganya yang tidak berhasil ditemukan akibat dari ledakan bom “High Explosive” tersebut belum lagi akibat bom yang berdaya ledak sangat tinggi  tersebut telah menimbulkan kerugian material yang sangat besar sehingga tidak dapat dihitung lagi, dan dampak dari peristiwa peledakan Bom Bali I tersebut telah menjatuhkan reputasi keamanan negara Indonesia ini di mata dunia internasional. Ternyata nama Noordin M. Top dan Dr. Azahari, gembong teroris kelahiran Malaysia namanya meroket dan merupakan tokoh teroris yang paling dicari di negeri ini setelah ditangkapnya para pelaku tindak pidana terorisme pada peristiwa peledakan Bom Bali I yang antara lain terpidana mati Amrozy, terpidana mati Mukhlas keduanya merupakan kakak beradik yang berasala dari Desa Tenggulun – Lamongan Jawa Timur dan terpidana mati Imam Samudra yang berasal dari Serang – Banten yang ketiga pelaku pada peledakan Bom Bali I tersebut diketahui bersama telah dieksekusi mati di Nusa Kambangan – Cilacap beberapa waktu silam. Demikian juga Dr. Azahari yang sangat terkenal dengan keahliannya merakit bom, juga telah tewas dalam perburuan Densus 88/anti teror terhadap gembong teroris di Batu – Malang beberapa tahun silam. Maka tinggallah gembong teroris Noordin M. Top yang saat itu masih berseliweran di negeri ini yang sewaktu-waktu mengejutkan masyarakat Indonesia dan dunia internasional dengan sejumlah aksi teroris di negeri ini.

……..Ingatan kita kembali kepada laporan langsung dari sebuah stasiun televisi pada “Penggerebekan Teroris” di Temanggung Jawa Tengah, yang hingga Sabtu tanggal 9 Agustus 2009 dini hari, rumah yang semula diduga ditinggali teroris kelahiran Malaysia di Dusun Beji Besa Kedu Kecamatan Kedu Kab. Temanggung – Jawa Tengah dikepung Detasemen Khusus 88/anti teroris dan terjadi aksi baku tembak. Komentar yang mirip pertandingan sepak bola tersebut berhasil membius jutaan penonton di seantero Nusantara ditambah bumbu-bumbu seru dari komentar pengamat.

Aksi pengepungan rumah milik Muh. Juhri ini tidak hanya menjadi tontonan di televisi, ribuan warga sekitar berbondong-bondong menyaksikan langsung aksi Densus 88/anti teror pasukan ELITE ANTI TEROR dari kepolisian Mabes Polri ini.

Namun sayang, hingar bingar “LIVE” di televisi tersebut hasilnya justru sebaliknya. Ternyata  yang tewas bukanlah gembong teroris Noordin M. Top melainkan Ibrahim florist Hotel Ritz Carlton Jakarta. Bisa jadi, si gembong teroris saat penggerebekan di rumah Muh Juhri di Dusun Beji Desa Kedu Kec. Kedu Kab. Temanggung Jawa Tengah yang memberitakan dirinya telah tewas dan jenazahnya telah dimasukkan ke dalam ambulans, bisa-bisa Noordin M. Top saat itu tertawa menyaksikan laporan live televisi, yang kemudian diketahui bersama bahwa ternyata telah menyiarkan informasi dan laporan yang salah. Dan pada tanggal 17 September 2009 Densus 88/anti teror berhasil melakukan penggerebekan terhadap rumah di Dukuh Kepuh Sari Desa Mojosongo Jebres – Solo yang diduga di dalamnya bersembunyi gembong teroris Noordin M. Top.

Dan penggerebekan oleh Densus 88/anti teror pada tanggal 17 September 2009 yang berhasil menewaskan gembong teroris Noordin M. Top juga menewaskan Hadi Susilo alias Adip, Bagus Budi Pranoto alias Urwah serta Ario Sudarso alias Aji alias Mistam.

Dan pasukan elite anti teror dari Mabes Polri yaitu Densus 88/anti teror akhirnya trus melanjutkan perburuan terhadap pelaku-pelaku baru dalam jaringan Noordin M. Top. Mereka adalah Saefudin Jaelani alias Saefudin Zuhri alias Aing yang keduanya tewas dalam penggerebekan di rumah kos-kosan keduanya di Ciputat – Banten pada tanggal 9 Oktober 2009.

Juru bicara Mabes Polri yang saat itu dijabat oleh Inspektur Jendral Nanan Soekarna menyatakan bahwa keterlibatan mereka dalam aksi terorisme di negeri ini tak terbantahkan lagi.

Saefudin Jaelani alias Saefudin Zuhri berperan sebagai perekrut pelaku bom bunuh diri di Hotel J.W. Marriot Jakarta dan Hotel Ritz – Carlton Jakarta, begitu pula dengan Muhammad Syahri dan Ario yang terlibat dalam pengeboman di 2(dua) hotel mewah tersebut.

Adapun bagus Budi Pranoto alias Urwah pernah dipenjara selama 3,5 tahun karena terbukti di persidangan karena menyembunyikan Dr. Azahari dan Noordin M. Top pada tahun 2004 silam. Selain itu tersebut nama Baridin (mertua Noordin M. Top) yang turut serta dalam sejumlah aksi pengeboman.

Yang menjadi pertanyaan kita saat ini adalah : apakah dengan tewasnya sejumlah tokoh teroris di negeri ini dan tewasnya gembong teroris Noordin M. Top tersebut telah mampu mengikis habis akar gerakan teoris di negeri ini dan apakah negeri ini sudah aman dari aksi teorisme ?

Munculnya tokoh-tokoh baru sudah cukup membuktikan bahwa sel-sel teroris di negeri ini masih tetap ada dan negeri ini (negara Indonesia) sudah menjadi sasaran empuk aksi terorisme. Fakta yang harus disikapi oleh pemerintah Indonesia setidaknya negara perlu mengambil sikap untuk tidak memberikan pembenaran kepada siapapun yang melakukan teror dan yang terlibat dalam aksi terorisme di negeri ini.

Bahwa perang melawan teroris tentu tidak cukup denganemburu, menangkap, mengadili dan menghukum para pelaku tindak pidana terorisme. Tidak kalah pentingnya, bagaimana mengikis habis akar gerakan terorisme itu sendiri. Dan perlu diketahui bahwa aksi kekerasan dan agresivitas terorisme bisa muncul akibat rasa frustasi sosial akonomi masyarakat di negeri ini. Kesenjangan dalam bidang ekonomi membuat sebagian anggota masyarakat mudah menjadi frustasi, tertekan dan mendorong timbulnya agresivitas. Maka kampanye melawan teroris harus diikuti dengan upaya pemerintah Indonesia untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat dan memperkecil kesenjangan sosial ekonomi masyarakat. Sekiranya perbaikan ekonomi kurang diperhatikan oleh pemerintah Indonesia dan tatanan ekonomi global tidak seimbang maka gejala frustasi dan agresivitas akan tetap muncul. Dan lemahnya hukum juga menjadi salah satu sumber munculnya gerakan teroris, faktanya teroris lebih leluasa bergerak di Indonesia. sementara di Singapura atau Malaysia tidak, padahal sebagaimana kita ketahui bersama bahwa gembong teroris negeri ini yang telah tewas yaitu Dr. Azahari dan Noordin M. Top adalah orang Malaysia yang lahir di Malaysia namun leluasa malakukan aksi terorisnya bukan di negara asalnya yaitu Malaysia tetapi justru di Indonesia. hal ini dikarenakan “Kerasnya hukum di kedua negara itu (Singapura dan Malaysia) benar-benar tidak memberikan ruang gerak bagi teroris”, kata Kepala Desk Anti Teror Kementrian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Bapak Irjen Pol (purn) Ansyad Mbai.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: